Jakarta, Kompas – Penerapan teknologi informasi dalam dunia pendidikan masih terkendala antara lain oleh tingginya biaya. Padahal, peran teknologi informasi semakin penting dalam pendidikan, baik dalam pengayaan sistem pembelajaran maupun pendataan. Kendala tersebut dapat diminimalisasi dengan penggunaan sistem jaringan komputer murah yang diciptakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Demikian terungkap dalam dialog interaktif “Peranan Teknologi Informasi dalam Pendidikan” yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis (14/10). Dalam kesempatan itu diserahkan pula bantuan berupa tiga server dan 23 unit komputer. Juga diserahkan bantuan operating system komputer murah dan sistem informasi data sekolah.

Direktur Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi Elektronika BPPT Sulistyo Suhrowardi mengungkapkan, secara umum masyarakat masih gamang penggunaan kemajuan teknologi informasi, termasuk di dunia pendidikan, yang sebenarnya berpeluang memetik manfaat besar dari teknologi informasi. Apalagi dengan adanya tren global, seperti e-education, e-learning, digital library, yang membuat peranan teknologi informasi semakin penting dalam pendidikan.

Ketua Majelis Pendidikan Dasar PP Muhammadiyah Yunan Yusuf mengatakan, setidaknya ada dua manfaat besar teknologi informasi bagi dunia pendidikan, yakni membangun sistem jaringan informasi dan pengembangan sistem pembelajaran.

Untuk mengatasi hambatan mengakses teknologi informasi, terutama di sekolah, BPPT memberikan alternatif sistem jaringan komputer murah sebagai bagian dari upaya computer literacy atau meningkatkan kemampuan masyarakat menggunakan komputer.

Staf BPPT, Purwoadi-yang mengembangkan produk itu-mengatakan, sistem jaringan dari BPPT itu dapat ditekan biayanya karena menggunakan open source, yakni linux. Selain itu, sistem jaringan itu dapat digunakan dengan spesifikasi sederhana, misalnya prosesor minimal 486, sehingga komputer tua dan bekas masih dapat dipakai. Hanya perlu satu server. (ine)

Sumber : Kompas (15 Oktober 2004)